herz uber kopf partnervermittlung partnersuche pferdeliebhaber corinna zollner flirten auf boarisch frauen kennenlernen org partnersuche keine lust mehr leute kennenlernen weimar

Dua tim Indonesia untuk MSC 2021 yakni Bigetron Alpha dan EVOS Legends telah merilis roster untuk mewakili mereka tampil di sana. Berisikan line up 6 pemain terdiri dari 5 tim inti dan satu cadangan, tidak ada nama Branz dan Luminaire selaku player paling bersinar di kedua tim tersebut.

Branz merupakan jungler tak tergantikan untuk BTR selama MPL Season 7 Indonesia. Kepiawaiannya memainkan core utama membuat BTR finish sebagai runner up MPL S7, prestasi terbaik mereka sejauh ini. Sementara Luminaire adalah mantan jawara M1 di EVOS. Musim ini, ia dinobatkan sebagai MVP grand final karena aksinya di dalam dan di luar game. Sayang keduanya urung tampil karena dua alasan berbeda.

ALASAN BRANZ & LUMINAIRE TAK MAIN

Branz, diduga terlibat skandal video “menyeh-menyeh” tak berselang lama sejak akhir dari MPL Season 7. Tim Bigetron langsung mengeluarkan statement berupa sanksi untuk Branz serta permohonan maaf atas tindakan pemainnya. Branz sendiri juga menyatakan permintaan maaf yang ia kirimkan kepada petinggi BTR dan rekan setimnya.

Sementara Luminaire tak ikut EVOS Legends karena memutuskan pensiun kembali usai MPL Season 7. Ia merasa tak punya motivasi untuk main di MSC dan tenaganya sebagai pro player sudah habis untuk MPL. Lantas, apakah kedua tim andalan dari Indonesia ini punya peluang untuk menjuarai MSC 2021?

ROSTER IDEAL BTR ALPHA & EVOS LEGENDS UNTUK MSC 2021

BTR dan EVOS masih tergolong unggulan meski tak diperkuat kedua pemain andalan mereka. Meski begitu, mereka harus mewaspadai pesaing lain terutama dari Singapura yakni EVOS SG dan RSG, perwakilan Thailand I Do Not Sleep yang juga jawara MSC 2017 alias MSC pertama dan tim dari Filipina yang masih belum menyelesaikan playoffs mereka.

Terlepas dari penantang eksternal, BTR dan EVOS harus membenahi internal mereka dulu. BTR misalnya, ketiadaan Branz membuat nama Maxx dipercaya untuk mengisi peran jungler. Meskipun, Renbo pernah memainkan tugas ini di MPL Season 6, namun kepiawaiannya sebagai midlaner lebih berbahaya ketimbang menggesernya ke posisi hutan. 

Maxx sendiri lebih dijadikan gold laner ketimbang jungler meskipun itu adalah role aslinya. Sayangnya, Maxx masih belum perform seperti yang diharapkan, tak seperti kembarannya Matt yang sudah menciptakan tandem sidelaner berbahaya bersama Rippo.

EVOS mungkin bakal memainkan Rexxy kembali untuk mengganti Luminaire. Namun, ada chemistry yang musti dibangun lagi antara Rekt dengan Rexxy serta Ferxiic. Di MPL S7, rahasia permainan EVOS bisa berkembang pesat adalah Rekt dan Luminaire yang tak perlu lagi coba-coba chemistry. Bahkan, inovasi dari salah satu pemain tersebut sudah bisa dibaca dan diikuti oleh pemain lainnya.

Hal ini memudahkan Ferxiic dan kedua sidelane untuk fokus pada tugasnya yakni memenangkan lane dan mendapat objektif. Tapi, bila coach Zeys enggan memainkan Rexxy, Rekt bisa saja diduetkan dengan LJ. Belakangan, kedua pemain tampak sering nge-rank bareng yang bisa diartikan kalau ada komunikasi yang lebih baik antara Rekt dan LJ.

Meski secara gameplay baik Rekt dan LJ beda dengan Luminaire, namun pengalaman Rekt untuk beradaptasi dengan hero dan role baru bisa jadi senjata rahasia EVOS untuk menggeser Bang Tato ke posisi Luminaire.

WASPADAI META TIM LUAR

Publik Indonesia tentu berharap piala untuk MSC 2021 terlepas dari BTR maupun EVOS yang mampu membawanya pulang. Final all Indonesia tentu jadi impian yang dinantikan sebelum gelaran MPL S8 bergulir kembali. Namun, mereka perlu mewaspadai meta-meta tim luar Indonesia yang unik dan tak jarang jadi kiblat tim profesional lain.

Meski tak kalah penting bagi BTR dan EVOS tetap main dengan meta ternyamannya, memahami cara counter strategi tim lawan bakal jadi penentu kemenangan mereka di MSC nanti. Misalnya, meta Aldous yang digunakan tim EVOS SG. Tim Indonesia perlu strategi terbaik agar fighter dengan kekuatan pukulan maut ini tak menggila di early dan mid game.

Apalagi kalau BTR dan EVOS malah bisa mengkombinasikan Aldous dengan meta dua support yang sedang tren di Indonesia. EVOS mungkin bisa mencampur Aldous dengan Angela dan Diggie sementara BTR akan bermain rapih dan objektif, tak membiarkan Aldous dapat ruang farming terlalu banyak terutama di lane.

Meski tak ada Branz dan Luminaire, kita harus tetap mendukung perjuangan EVOS dan BTR di MSC 2021 nanti. Semoga tim Indonesia bisa juara yah!

By admin

Leave a Reply